Kids MEXT Door 9_Yatta!

_____ Bulan silih berganti menjadi Februari, namun kegalauan dari menunggu hasil belum juga berganti menjadi ketenangan. Berdasarkan ribut-ribut yang terjadi di Discord, selama akhir Desember hingga keseluruhan hari di Januari, para pendaftar untuk program undergraduate, college of technology, dan specialized training telah mendapatkan pengumumannya 1 per 1. Meski tidak urut tiap negara (ada yang dapat di hari ini untuk negara A, tapi yang lain baru dapat besok atau lusanya), tapi setidaknya 1 per 1 dari mereka sudah bisa bernafas lega, bebas dari cekikan tanpa tali. Ada yang tampak gembira karena lulus dan ada juga yang berduka karena tidak lulus. Dari Indonesia, rupanya cukup banyak yang menyatakan kabar gembiranya dibanding kabar duka. Meski demikian, ini hanyalah sampel dari populasi pendaftar karena tidak semuanya tergabung di dalam grup Discord (dan grupnya pun sudah dikunci dari orang luar sejak kapan tau).

_____ Karena tidak ada bayangan berapa jumlah yang diterima dari tiap negara untuk tiap jenjang pendidikan, maka beberapa orang berinisatif untuk membuat database sendiri yang bisa dilihat massal oleh orang grup. Terima kasih para nickname berwarna biru penyandang gelar moderator grup yang sudah menginisiasi ide ini. Aku sendiri juga dijadikan mimin grup untuk mendata hasil dari Indonesia, tapi bukan moderator ya. Kita semua berharap dengan adanya data ini bisa bermanfaat ke depannya, terutama bagi orang yang mau mendaftar beasiswa MEXT di kemudian hari.

Ilustrasi rasanya digantung dengan ketidakpastian (source: Irasutoya)

_____ Moderator atau admin, tetap aja masih dihantui rasa penasaran karena sebagian besar adalah kaum pascasarjana, meskipun ada juga yang bukan. Grup WA Indonesia pun semakin mendekati akhir Januari semakin ramai, meski tidak seramai grup para gamers di Discord. Hingga menginjak bulan Februari, kegelisahan memuncak, insecurity passes through the roof karena pengumuman hasil untuk para pascasarjana belum juga keluar sementara 3 jenjang lainnya sudah banyak yang keluar (meski ada yang masih galau juga karena belum kunjung dapat). Kegalauanku semakin meningkat pada 7 Februari, dimana channel hasil berbunyi dan ada negara yang mengumumkan hasilnya bahwa ia lulus. Dan coba tebak, mereka adalah nickname berwarna kuning, alias pascasarjana. Wah, rupanya Singapura, Senegal, Ukraina sudah dapat duluan.

Waaahhh…. Indonesia kapan?

_____ Tanggal 8 Februari, mulai semakin banyak orang dengan nama berwarna kuning yang menuliskan hasilnya. Mulai dari orang Austria (teman 1 asramaku dong), Jordania, El Salvador, Chile, Tunisia, Islandia, Brazil, dll mulai meramaikan channel hasil tersebut. Grup WA Indonesia pun mulai diramaikan dengan munculnya berita negara lain setelah ada orang yang menjadi whistleblower di grup. Aku menambahkan di bawah chatnya bahwa yang sudah lulus tidak hanya negara tersebut, tetapi juga ada negara lain (menyebutkan berbagai negara dari grup Discord). Kemudian, ada yang bertanya, “Loh, masnya tau dari mana?”. Aku pun menjawab,” Oh dari grup Discord mbak. Kebetulan temen-temen gamers ada beberapa yang nyoba MEXT juga.” Orang-orang pun menambahkan, “Wah intelnya kenceng ya masnya. Trus gimana hasilnya mas?” Aku hanya bisa menjawab bahwa itu saja yang kuketahui, tidak ada kabar apa apa seputar Indonesia, baik dari grup maupun kedutaan. Aku sampai kaget lho, ada yang menyangka aku dan anak-anak grup Discord mata-mata yang udah tahu kapan keluar hasilnya, siapa aja yang lulus, dan seluk beluk lainnya, hahaha.

_____ Tanggal 9 Februari, hilal belum juga tampak kalau kata seseorang di grup WA Indonesia. Di grup Discord, semakin banyak yang menuliskan kelulusannya dari berbagai belahan bumi. Hingga tanggal 10 Februari, orang dari negara tetangga, Malaysia, pada siang hari secara berjamaah menuliskan hasilnya. Mereka mengatakan bahwa ada 24/25 peserta pascasarjana Malaysia yang lulus. Katanya, 1 orang yang menerima kabar duka adalah pendaftar yang mendaftar di universitas swasta di Jepang pada kedua pilihannya. Memang sih, sempat ada informasi bahwa universitas negeri nasional lebih disukai oleh MEXT, disusul universitas negeri milik pemerintah prefektur atau kota, baru universitas swasta. Alasan singkatnya adalah bahwa di universitas negeri, terutama yang nasional, UKT dan biaya lainnya serta administrasinya lebih mudah dan murah sedangkan di universitas swasta tidak semudah dan semurah itu. Mendengar hal tersebut, tentu saja bikin kita semua cenat-cenut dengan pengumumannya, terlebih mereka yang mendaftar di universitas swasta.

_____ Hingga tibalah 10 Februari pukul 5 sore, belum kunjung ada kabar juga dari kedutaan. Kami semua yang ada di grup WA langsung menghela nafas sambil berpikir ,”mungkinkah besok, 11 Februari, hari Jumat, kayak biasanya kedutaan mengabari info?”. Rupanya kami semua salah, karena kedutaan akhirnya mengirimkan email pada pukul 17:59. Jeng-jeng-jeng, rupanya itu adalah hasil secondary screening yang sudah dinanti-nanti. Isi emailnya memang tidak menjelaskan lulus atau tidaknya, tapi lampirannya, ehem…. itu yang paling bikin mendebarkan. Saat kuunduh dan kubuka lampirannya…..

Serius??? (source: Irasutoya)

Syukurlah ~

Tangkapan layar dari email pengumuman hasil (source: personal gallery)

_____ 合格, gōkaku, Lulus. Seluruh orang Indonesia berhasil lulus tahap secondary screening MEXT G2G research student program. Dari chat yang membanjiri grup WA, semuanya terlihat terharu bercampur senang melihat hasilnya. Segera, kukabari orang tuaku dan mereka sangat senang mendengarnya. Tak lupa aku menuliskan hasilnya di Discord dan waw…… semuanya langsung kaget melihat jumlah orang Indonesia yang sedemikian banyak. Di lampiran tersebut, terdapat pula himbauan bahwa akan ada orientasi selanjutnya dari kedutaan setelah kita mengkonfirmasi bahwa kita setuju dengan keputusan hasil secondary screening. Ada opsi B yang menyatakan bahwa kita tidak setuju dengan universitas yang ditentukan oleh MEXT (bagi yang memilih 2 universitas di formulir pilihan dan memegang 2 LOA), dan opsi C bahwa kita mengundurkan diri. Tentu saja aku memilih opsi A, yang berarti aku setuju dengan keputusan tersebut dan bersedia menjadi research student di universitas yang ditentukan karena aku hanya memilih 1 saja. Oh iya, kenapa ada 30/33 dari Indonesia, nggak utuh? karena ada 1 orang yang menyatakan mengundurkan diri pada bulan Januari lalu akibat terlalu lama menunggu dan dihantui ketidakpastian sedangkan tempatnya bekerja menghendaki keputusan segera. Selain itu, ia juga mencoba beasiswa lainnya. Untuk 2 lainnya, tidak ada kabar sama sekali apakah mereka tidak lulus atau mengundurkan diri, tapi sejauh ini aku tidak melihat nama mereka di grup WA Indonesia.

_____ Yokatta~ sebuah perjalanan panjang yang memakan waktu sekitar 10 bulan. Kalau dibuat sebuah linimasa, hasilnya akan menjadi seperti ini (peristiwa pribadi sebagian tidak dicantumkan):

  • Masa pendaftaran: 19 April – 7 Mei 2021
  • Ekspektasi pengumuman hasil seleksi berkas: 15 Juni 2021
  • Realita pengumuman hasil seleksi berkas: 2 Juli 2021
  • Seleksi wawancara: 12 – 16 Juli 2021
  • Pengumuman hasil selesi wawancara: 27 Juli 2021
  • Orientasi dari Kedutaan Jepang: 30 Juli 2021
  • Penerimaan surat keterangan lulus first screening dan berkas yang dicap: 4 Agustus 2021
  • Batas “berburu” universitas dan pengajuan permintaan LOA dari universitas: 27 Agustus 2021
  • Batas pengumpulan LOA dan daftar pilihan universitas: 30 September 2021
  • Pemberitahuan terkait tempat tinggal dari universitas: 14 Januari 2022
  • Pengumuman hasil secondary screening: 10 Februari 2022
  • Orientasi ke dua pasca pengumuman: 15 Februari 2022
奨学金ゲットだぜ!Shōgakukin gettodaze! (source: Irasutoya)

_____ Pengumuman tersebut hanya berisi 2 lembar, dimana lembar pertama berisi ketentuan yang harus dilakukan setelah menerima pengumuman dan dinyatakan lulus (yang berarti sebenarnya semuanya lulus tanpa kecuali, 100% lulus jika dikurangi dengan 3 orang tersebut), sedangkan lembar kedua berisi tabel daftar orang yang lulus, kampus tujuannya, dan estimasi bulan keberangkatan. Eh sebentar…. ada hal aneh di pengumuman ini. Mas H, orang yang selalu kuajak ngobrol selama menunggu, yang rencananya akan pergi ke kampus yang sama, ternyata tidak diterima. Ya, ia tidak diterima di Universitas Tohoku, tapi ia diterima di Universitas Kyōto. Sebenarnya sudah aku duga hal ini akan terjadi karena ia tidak kunjung mendapat informasi terkait asrama yang berarti bisa jadi ia tidak di universitas yang sama. Tapi, ya sudahlah ya~ yang penting sama sama keterima di universitas di Jepang dengan beasiswa MEXT, di kampus yang juga sama-sama bagus pula.

_____ Saat kutanya, ia mengatakan bahwa sebenarnya sensei di Tohoku itu sangat baik dan terbuka (beneran sih ini, udah ada testimoninya), tapi dengan berat hati ia harus memilih 2 saat itu karena topik riset yang dijalankan oleh sensei di Tohoku berbeda dengan keinginan dan keahliannya. Setelah mengatakan itu, ia segera mengabari hasilnya ke sensei yang di Tohoku. Ia juga langsung dinobatkan menjadi mahasiswa doktoral tanpa melewati fase research student (ini bisa, tapi gak banyak dan perlu persetujuan khusus). Ia mendadak galau karena tidak mendapat fase research student, fase anak TPB atau fase adaptasi yang lebih lunak jadwalnya dan ada kelas Bahasa Jepang (yang sangat mas H nanti-nantikan). Tapi, berhubung ia langsung menuju doktoral, ia akan langsung berhadapan dengan riset, jurnal, paper, presentasi, materi, dan segudang hal akademik lainnya tanpa ba bi bu. Keuntungannya adalah, ia bisa memperpendek masa studinya dan bisa fokus langsung ke inti.

Selamat menempuh hidup baru dan semangat terus maz. Kita ketemu di tengah ya, antara Sendai dan Kyōto!

Anggap aja sensei, wakil sensei, kak S, kak R, dan aku lagi diskusi (source: Irasutoya)

_____ Nah, demikianlah cerita perjalananku untuk menggapai beasiswa MEXT. Selama menapaki jalan ini, aku belajar banyak untuk bersyukur karena merasa banyak sekali dukungan materi maupun moral yang kudapat, mulai dari Tuhan YME, keluarga, teman, calon teman se-lab yang ternyata gak jadi (yang hampir tiap hari ada aja yang diobrolin, dari yang natural sampe supernatural, dari yang saintifik sampe yang absurd bin ajaib), calon kakak di lab, sensei, hingga orang-orang “intel” di grup Discord. Memang, 10 bulan menunggu itu meresahkan, melelahkan, menghabiskan “MP, mana points” (kalau bahasa DoTA), dan memusingkan karena diselimuti kegalauan dan ketidakpastian. Tapi, karena sekarang tali tak kasat matanya sudah hilang, kini berganti menjadi tambang tak kasat mata, yaitu bagaimana aku bisa pergi ke Jepang di tengah pandemi dan melanjutkan perkuliahan. Semua akan ada jalannya selama kita bermimpi, berniat, dan berusaha sebaik mungkin, serta difortifikasi dengan doa!

_____ Sebagai warisan dari para penghuni Discord, disni aku melampirkan data penerima beasiswa MEXT, mulai dari sarjana, college of technology, specialized training, dan pascasarjana dari beberapa negara, termasuk Indonesia. Kami harap (iya kami, aku, segenap mimin dan moderator) bisa menjadi referensi yang bermanfaat ke depannya. INGAT! Ini hanya sampel, bukan keseluruhan data pendaftar atau penerima beasiswa MEXT (kecuali yang pascasarjana dari Indonesia). Datanya sudah aku ubah ke bentuk spreadsheet yang lebih mudah dipahami, jadi biarlah yang aslinya tersimpan erat-erat untuk para mimin dan moderator. Oh iya, datanya juga sengaja kubuat biar nggak bisa sembarangan diunduh, HAHAHA! XD

Mari kita menapaki jalan yang baru ! (source: Irasutoya)

では、以上。

*Cover illustration by 三船たかし、irasutoya.com
**Data diperbarui pada 31 Maret 2022

5 thoughts on “Kids MEXT Door 9_Yatta!

Add yours

    1. Iya kak, sejauh ini sih begitu. Dugaanku, mungkin yang lebih banyak dari Indonesia hanya Vietnam dan Korsel saja kak. Negara lain kebanyakan diinfokan oleh kedutaannya secara pribadi dan tidak dalam list, jadi mendatanya akan lebih susah.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: