Kids MEXT Door 5_Klop

_____ Setelah melalui perjalanan panjang, akhirnya aku dipertemukan dengan sensei yang keren banget di emailku yang ke-17. Andai saja aku menyerah mengirim email di email nomor ke-sekian, bisa jadi aku tidak akan pernah bertemu dengan sensei sebaik beliau, atau bahkan aku tidak mendaftar dan mendapatkan beasiswanya. Oh iya, aku akan pakai lebih banyak kata sensei dibanding profesor untuk menceritakan rangkaian peristiwanya kali ini agar lebih dapat kesannya. Postingan ini mungkin juga akan sedikit membuat pusing mata bagi yang tidak terbiasa melilhat hurufnya karena memang aku berkomunikasi dengan sensei menggunakan Bahasa Jepang. Meskipun di awal sudah bilingual, tapi karena sensei terus membalasnya dengan Bahasa Jepang, jadi kami keterusan hingga saat ini menggunakan Bahasa Jepang.

Jadi, gimana mengemail pada awalnya? Kan email pertama yang paling pentingnya!

Netijen super kepo

XX YY  先生、
突然のメール失礼いたします。私は○大学・△△学部・▢▢学科・卒業生の「あああ・いいい・ううう」 と申します。

私は人間の日常食品とその原材料に関して、アジア人の食べ物と体の安全性と健康ヘの影響、特に糖尿病と肥満症について興味を持っています。最近、食生活は変わり、タピオカミルクティーのような現在的な食べ物が流行っているが、高カロリーがなので糖尿病など恐れがあるので研究目標は2型糖尿病と肥満の有病率を減少するために、アジア地元原材料を研究したいと思っております。XX 先生の研究室ウェブサイトにおいて食品・栄養的・健康に関して業績と論文を拝見し興味を持ちします。私の研究範囲は、その上だけではなく、他の原材料も可能です。もし私の研究企画と先生の希望していらっしゃるテーマに合わなければ、それに合わせて研究する覚悟もあります。現在、日本の文部科学省の奨学金を応募中です。

そこでお伺いしたいのですが、XX 先生の研究室では現在外国大学からの学生は受け入れておりますでしょうか。もし応募しているようでしたら、お話をお伺いしたいと考えております。
忙しい中恐縮ですがご検討よろしくお願いいたします。
—–
Dear Professor XX,
I’m sorry for the inconvenience and all of a sudden mail, my name is AAA BBB CCC from Indonesia, majoring JURUSANKU in FAKULTASKU, KAMPUSKU to be specific.

I put a lot of interest to study food ingredients and food products related to daily human consumption, especially for the Asian diet. Thus I found that in recent years, bubble drinks and the so-called trendy food have been incredibly popular in Asian countries, in which case it might lead to diabetes as it is high in calories. My plan, as attached herewith, is about conducting research regarding ingredients native to Asia, so a method to minimize the risk of getting diabetes and obesity can be found by utilizing Asian staples. As I read XX sensei’s website and research journals about food, nutrition, and health, I’m interested to study and apply as a research student at Tohoku University under the supervision of XX sensei. If my research plan doesn’t seem to fit into XX sensei’s focal point right now, I would gladly adjust to the topics that XX sensei desires. As for the scholarship, right now I’m in the progress of applying for the MEXT scholarship.

So, if possible,  I would like to know if XX sensei’s laboratory accepts students from foreign universities. If you do, I would like to know further about it.
Thank you for your consideration

Best regards,
○○大学・△△学部・▢▢学科・
(Jurusan, Fakultas, dan Kampusku)
あああ いいい ううう(Namaku)
emailku@iniitumail.com
(+kode negara) no. telepon
Indonesia

_____ Ya, begitulah emailku yang pertama kepada sensei. Cukup pendek bukan kalau kedua bahasanya tidak digabung? Selain badan email tersebut, aku juga melampirkan rancangan penelitian kasarku sebanyak 1 file, CV dengan desain kreatif 1 file, dan CV dengan template Jepang 1 file dengan harapan punya daya tarik lebih (lihat : Menulis CV ala Jepang). Tak lama, beliau pun membalas dan meminta untuk menentukan mau video call kapan. Setelah berbalas-balasan email mengenai kapan (karena ada libur golden week) dan dengan apa video call nya hingga akhirnya diputuskan, aku pun membalas:

ご面談の予定をいただきありがとうございます。では、当日にお目にかかり、よろしくお願いいたします。
(terjemahan, dengan penyesuaian: Terima kasih atas jadwal diskusinya. Sampai jumpa di hari-H diskusinya. Mohon bantuannya.)

_____Singkat cerita, sampailah aku di 1 hari sebelum hari yang dimaksud, yaitu hari Minggu. Aku mengirim kembali email untuk menandakan bahwa aku memang bersungguh-sungguh, tidak lupa dengan jadwal yang telah direncanakan. Karena untuk salam bernuansa tiap bulannya suka berubah dan aku tidak pernah mengingat secara utuh panjangnya, aku mengambil pucuk terakhirnya dari template di Microsoft Word (ada loh insert template bagian kepala dan ekor surat buat yang mau bikin surat Bahasa Jepang). Email tersebut berisi:

こんにちは、XX先生。休日終了なんですが平素は格別のご高配を賜り、厚く御礼申し上げます。明日のOOで面談を楽しみにしております。
(terjemahan, dengan penyesuaian: Selamat siang XX sensei. Semoga menikmati libur golden weeknya dan selalu sehat wal afiat di bulan Mei ini. Sampai ketemu besok di diskusinya dengan OO ya.)

____ Hari H pun tiba. Sebelum wawancara, aku harus memastikan bahwa laptop dan sinyal dalam kondisi prima untuk menghindari gangguan yang tidak diinginkan. 30 menit sebelum wawancara, sensei mengirimkan tautan untuk mengakses media video call nya. Aku pun masuk ke tautan yang diberikan oleh sensei dan menunggu di dalamnya. 5 menit sebelum jam yang dijanjikan, akhirnya sensei masuk ke dalam ruangan video call. Namun, saat itu terjadi masalah karena suara sensei sama sekali tak terdengar. Menyikapi hal tersebut, aku langsung mengiriminya pesan di kolom chat dan menanyakan apakah bersedia untuk mengganti ke platform lainnya. Sensei pun menyetujuinya dan aku pun membuat ruangan video call di platform lainnya. Percobaan ke-2 berjalan mulus, dengan gambar dan suara yang baik pula.

Gak sabar bertemu sensei di Sendai (source: Irasutoya)

_____ Mula-mula, sensei menanyakan apakah aku mau diwawancara dalam Bahasa Jepang atau Bahasa Inggris. Karena aku mengatakan “yang manapun boleh, yang paling enak buat sensei aja”, jadi beliau mewawancaraiku dengan Bahasa Jepang sepenuhnya (wadidaww…. semoga bisa). Setelah itu, aku diminta untuk memperkenalkan diri, mulai dari nama (berikut nama panggilan), asal kampus (berikut program studinya), dan pengalaman terkait (mulai dari kuliah, praktikum, magang, hingga pekerjaan). Karena sensei telah membaca CV ku dan melihat bahwa aku pernah tinggal di Tsukuba selama hampir 6 bulan, beliau juga memintaku untuk menceritakan pengalamanku selama tinggal di Tsukuba dan kenapa aku bisa berbahasa Jepang.

_____ “Tsukuba yah, Sendai jauh lebih dingin loh tapi. Kamu tahan dingin kan?” lanjut beliau sambil agak bercanda. OK, suasana sepertinya sudah mulai mencair setelah ini, terbukti dari pertanyaan sensei dan ekspresinya, sehingga aku berusaha untuk menjawab dengan lebih rileks. “Tahan kok sensei, saya di Tsukuba nggak pernah nyalain penghangat ruangan kalo tidur” jawabku jujur (meskipun ada alasan “ngenes” di balik itu semua….. yaitu AKU HARUS IRIT). Setelahnya, sensei pun tertawa mendengarnya. Aku harus bisa cepat membaca suasana (kalo orang Jepang bilang 空気を読む, kūki wo yomu) untuk mengimbangi percakapan lawan bicara. Setelah suasana makin cair, barulah sensei melanjutkan ke pertanyaan yang lebih serius, yaitu tentang apa yang kutulis di rancangan penelitian.

_____ “Jadi, bagaimana idemu untuk penelitiannya?”. Nah disini penting untuk menjelaskan secara singkat, padat, dan jelas agar beliau tertarik dengan ide kita, jangan terlalu bertele-tele (ingat, profesor umumnya tahu lebih banyak daripada kita soal metode dsb, jadi nggak usah dijabarin 1 per 1). Setelah itu, aku ditanyai tentang alasan aku mengambil tema seperti itu. Nah, disini jangan terlalu terpaku dengan apa yang tertulis di rancangan penelitian, tapi bisa dikembangkan dengan alasan yang agak personal agar menunjukkan kalo ide kita memang banyak berasal dari pikiran kita, bukan sesuatu yang sifatnya formalitas aja. Pertanyaan-pertanyaan terakhir berisi seputar alasanku memilih kampus tersebut, khususnya lab beliau. Disini penting untuk menunjukkan kalau kita sudah setidaknya membaca beberapa publikasi beliau dan yang ditulis oleh personil di lab beliau, melihat-lihat isi websitenya (jika ada), hingga mencari tahu seputar kampusnya, yang penting jangan sampai membuat kesan bahwa kita hanya sekedar iseng-iseng aja dengan jawaban seperti “pemandangan kampus dan kotanya bagus” atau “saya pengen aja sekolah di Jepang”. Ingat, profesor sudah meluangkan waktunya hanya untuk video call dengan kita, jangan disia-siakan.

_____ Selanjutnya setelah beliau tampak mengiyakan responku, barulah beliau menjelaskan seputar labnya, mulai dari alat-alat yang ada, spesialisasi penelitian, hingga kegiatan yang labnya adakan untuk sesama anggotanya. Beliau juga menambahkan bahwa di labnya ada 2 orang mahasiswi doktoral yang sudah meneliti sejak belajar di jenjang S2 dan akan menginjak tahun terakhirnya di sana pada tahun 2022. Belau menyebutkan bahwa kedua mahasiswi tersebut (sebut saja kak R dan kak S) meneliti 2 hal yang berbeda dan keduanya pun keren banget karena bisa melanjutkan studi hingga 5 tahun di tempat yang sama dengan beasiswa yang bergengsi pula. Setelahnya, beliau pun memberikan respon “OK” “S7” “Siip lah” di akhir video call tersebut. Aku senang sekali bahwa akhirnya hal yang kuusahakan mulai berbuah.

_____ Video call berakhir dalam waktu sekitar satu setengah jam. Setelahnya, beliau mengirim email ber-carbon copy ke 2 email lainnya yang berisi bahwa akan ada “calon adik” tingkatnya yang mendaftar di lab. Tak hanya itu, aku pun juga dipersilahkan untuk bertanya-tanya kepada alamart email yang disisipkan tersebut seputar mendaftar beasiswa, serba-serbi di lab sensei, hingga pengalaman mereka. Hari itu menjadi salah satu hari terbaikku karena aku bisa bertemu dengan sensei dan kedua “calon kakak” lab yang baik. Setelahnya, aku terus menjalin komunikasi dengan sensei maupun kedua kakak lab melalui email. Aku selalu mengabari sensei kabar terkini dari seleksi beasiswa MEXT ku karena menurutku, penting untuk terus berkomunikasi dengan sensei agar tidak ada salah paham, apalagi kita kan baru kenal, jadi tidak ada salahnya untuk memilin benang silaturahmi sejak dini. Bahkan, sehari sebelum seleksi selanjutnya dimulai, aku pun mengabari sensei “sensei, aku besok ada seleksi wawancara. mohon doanya semoga lancar”.

Di Jepang, burung biru itu berarti ada hal bahagia, bukan sumber keributan dan hal viral (source: Irasutoya)

Eh tunggu-tunggu, kok wawancara? Seleksi-seleksi lainnya gmn? Nah itu akan kubahas di postingan selanjutnya, jadi harap membacanya juga ya!

つづく~~>

*Gambar sampul oleh 三船たかし、 Irasutoya

2 thoughts on “Kids MEXT Door 5_Klop

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: