Kids MEXT Door 3_Kirim

_____ Nah, akhirnya kita sampai juga ke bagian yang paling membuat pusing kepala, yaitu berkas seputar data pribadi dan rancangan peneliltian. Sebagaimana yang sudah dijelaskan di postingan sebelumnya, 2 hal ini memang akan sangat panjang untuk dibahas, tidak hanya menurutku, tapi juga berdasarkan pemaparan dari kedutaan (2 hal ini bisa memakan waktu hingga hampir 2 jam loh, a lot more than than everything combined). Jadi, kuatkan mentalnya sebelum membaca postingan ini, hahaha.

_____ Berkas NOMOR 2 ini merupakan berkas yang boleh dibilang menunjukkan siapa kita, nggak cuma sekedar hal yang “tersurat” seperti lahir dimana, sekolah dimana, nomor telepon berapa dsb, tapi juga berisi kolom yang harus diisi dengan “sepenuh hati, semantap jiwa, sejernih logika”. Untuk mengisinya disarankan menggunakan komputer, alias software pengolah pdf agar tulisannya rapi dan mudah dibaca. Dan jangan lupa, sebelum mengisi berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing dulu biar ngisinya lebih berkah (begitupun dengan berkas lainnya, hehehe). Formulir ini bisa diisi dengan Bahasa Inggris maupun Jepang. Formulir ini juga sebisa mungkin JANGAN SAMPAI ADA YANG KOSONG, dan kalaupun ada kolom yang memang harus kosong karena tidak ada isinya HARUS DIBERI TANDA ( ー ) sebagai penanda. Oh iya, isilah dengan huruf BLOK, alias huruf romawi sesuai ejaan yang benar, BUKAN HURUF KAPITAL SEMUA. Untuk angka ditulis dengan sistem numeral arab (1, 2, 3, dst…), BUKAN DENGAN ANGKA HIJAIYAH, ANGKA HURUF KANJI, ATAU ANGKA ROMAWI.

Ish, lebay kali. Emang kayak gimana sih berkasnya?

Netizen kepo
Halaman pertama dari berkas data pribadi (source: Website Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia )

_____ Taraaa~…. ini nih halaman pertamanya. Pertama adalah kolom nama yang tentunya harus diisi dengan paling benar (bisa berabe kalo salah). Misal, namanya “Aku Kamu Bukandia”, yaa tulisnya Aku di kolom given name, Kamu di kolom middle name, dan Bukandia di kolom surname. Bagi yang namanya hanya 2 kata, bisa mengisi hanya first name dan family name saja. Bagi yang namanya 1 kata atau lebih dari 3 kata, mungkin ada baiknya tanya kedutaan sebaiknya bagaimana karena saat orientasi oleh kedutaan, tidak ada yang bernama lebih dari 3 kata dan tidak ada yang menanyakan hal tersebut, jadi aku tidak tahu untuk pastinya. Untuk jenis kelamin dan status pernikahan yaah~ masing-masing diri sendiri pasti tau lah wkwk. Untuk “Nationality” sebenarnya secara kaidah bahasa tentu harus diisi Indonesian, tetapi menurut orang kedutaan ditulils sebagai Indonesia aja gapapa sih, not a big deal. Kolom “Japanese Nationality” dicentang di kotak NO apabila memang tidak pernah punya. Untuk tanggal lahir, seperti yang tertulis di paragraf sebelumnya, ditulis dengan sistem numeral arab (yang nulis pake Bahasa Jepang, tetep aja ditulis pake numeral arab ya, bukan pake kanji). Untuk kolom foto, diisi dengan menempelkan foto yang tercetak di kertas foto (bukan HVS) berukuran 3.5 x 4.5 cm dan di bagian belakangnya ditulis nama serta kewarganegaraannya.

_____ Wiiih, baru setengah halaman udah panjang! Kolom alamat (baik tempat tinggal sekarang dan alamat sebelum berangkat ke Jepang) diisi secukupnya saja karena kolomnya memang sempit, tapi pastikan memuat informasi yang cukup mulai dari nomor rumah, jalan, kota, provinsi, dan kode pos (nama perumahan, area, kelurahan, dan kecamatan boleh juga ditulis asalkan muat dan bisa ditulis seperti itu hingga berkas-berkas berikutnya). Hal ini penting karena alamat inilah yang akan menjadi ALAMAT SURAT MENYURAT, jadi jangan pakai alamat dari lagunya Ayu Ting Ting wkkw. Jika alamat sebelum pindah ke Jepang sama dengan alamat sekarang, maka kita hanya cukup memberi centang di kotak (同上, dōjō, same as above) dan tidak perlu menulis lagi panjang-panjang (hanya perlu dikasih tanda (ー) aja di alamat dan negaranya biar g kosong melompong).

_____ Setelah itu ada pilihan “apabila alamat anda sebelum berangkat ke Jepang berada di luar negara asal, maka tidak akan diganti uang pesawatnya”. Nahh, yang ini aku kosongkan (sesuai instruksi kedutaan) karena kalau kita centang YES atau NO, berarti kita menyalahi premis yang kita buat di beberapa kolom sebelumnya. Untuk kolom selannjutnya, nama kantor diplomat yang harus diisi (jika belum berubah) adalah ” Embassy of Japan in Indonesia “. Dan selanjutnya untuk nomor telepon dan alamat email ditulis sebagaimana adanya (berikut +62 untuk nomor telepon sebagai kode negara). Dan lagi, diharapkan nomor telepon dan email tersebut terus berfungsi dan aktif hingga seterusnya.

Halaman ke-2 dari berkas data pribadi (source: Website Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia )

_____ Yosh, pindah ke halaman ke-2. Jika pembaca pernah menerima MEXT sebelumnya silakan centang YES, namun jika belum pernah sama sekali di program apapun (termasuk undergraduate, teacher training, COT, ST, dll) maka centang NO. Bagi yang menjawab NO, bisa langsung memberikan (ー) di tiap kolomnya hingga kolom ” Total period of educational or work experience” dan mengosongkan kolom YES or NO di tengahnya. Apabila menjawab YES, maka silakan mengisi berapa lama, nama sekolahnya, dan nama programnya. Kolom YES or NO selanjutnya adalah semacam “ikrar” bahwa jika mendaftar beasiswa MEXT untuk 1 kategori untuk tahun yang bersangkutan maka tidak bisa mendaftar beasiswa dari MEXT untuk kategori lainnya. Begitupun kolom bawahnya bahwa yang mendaftar beasiswa MEXT (dalam hal ini program RS) disarankan tidak mendaftar beasiswa lainnya karena pada akhirnya harus membuang salah satunya. Bagi yang mencentang NO, silakan kosongkan kolom setelahnya dan memberi tanda strip. Bagi yang mencentang YES, silakan mencentang lagi bahwa pembaca setuju untuk menolak beasiswa lain yang disebutkan di kolom bawahnya.

Halaman ke-3 dari berkas data pribadi (source: Website Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia )

_____ Yeay, halaman ke-3 yang berisi sedikit nostalgia. Silakan menuliskan nama sekolah SAMA DENGAN ASLINYA, ga usah diinggris-inggriskan atau dijepang-jepangkan (misal: SDN 1 Sukamaju, jadi Love Progress First Elementary School, atau 進行ヶ好き1小学校) A big fat NO lah pokoknya. Tuliskan juga bersekolah dari bulan kapan tahun kapan hingga bulan sekian tahun sekian. Bagi yang pernah pindahan (nah ini agak repot sih sebenernya), silakan membagi kolomnya menjadi 2 untuk ditulis 50:50. Jika tidak muat, atau pindahnya lebih dari 1x, maka silakan membuat tabel baru di lembar baru berisi data riwayat sekolahnya untuk disisipkan di antara halaman 3 dan 4. Kolom “remarks” diisi apabila ada catatan pembaca pernah pindah sekolah sekian kali, pindah jurusan, ataupun catatan khusus seperti loncat kelas, program akselerasi, mengulang, tidak lulus, atau lainnya.

Halaman ke-4 dari berkas data pribadi (source: Website Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia )

_____ Asiik, sudah halaman ke-4. Kolom pertama berisi penjelasan tentang jurusan kita saat kuliah dan spesialisasinya. Ditulis saja secukupnya yang penting padat dan jelas, jangan terlalu panjang dan jelimet, tapi juga jangan terlalu pendek kayak orang gak niat nulis. Nah selanjutnya adalah apakah pembaca pernah menulis tesis (termasuk skripsi, paper, buku, dan karya ilmiah lainnya yang terpublikasi resmi). Tuliskan dengan jelas nama tulisannya, berikut tanggal terbit dan penerbitnya (jika emang pernah nulis, kalo ga pernah kosongin aja). Kolom selanjutnya adalah pilihan jenjang pendidikan yang ingin diambil pertama kali dengan beasiswa MEXT tersebut (misal: ingin S2, ya centang yang “master program” ajah, perkara nanti mau lanjut sampai S3 nggak usah dicentang kotak “doctoral program” nya). Untuk bulan keberangkatan yang diharapkan, bisa pilih April (semester musim semi), atau September-Oktober (semester musim gugur) jika memang sudah deal dengan pembimbing atau pihak kampusnya, tapi kalau belum ada keputusan lebih baik pilih yang “both” biar nanti bisa deal-dealan dengan pembmbingnya di kemudian hari.

_____ Baru deh, di kolom selanjutnya ada pilihan tentang seberapa lama kita ingin belajar. Jika hanya ingin menempuh gelar S2 saja ya silakan mencentang yang “up to the completion of master’s degree program“, tapi kalau ingin lanjut lagi, gas terus sampai S3 bisa centang yang “up to the completion of doctoral program” (tapi ini ga wajib sama ya sama realitanya nanti, jadi kalau misalnya centang sampai gelar doktoral tapi nyatanya sudah lelah belajar setelah lulus S2 ya monggo wae, begitupun sebaliknya, g dipermasalahkan). Selanjutnya untuk kolom perkerjaan, sebaiknya tuliskan dari riwayat pekerjaan FULL TIME (entah pegawai tetap atau PKWT) yang paling baru, mulai dari nama perusahaan, lama bekerja, jabatan, dan jabaran singkat pekerjaannya. Berdasarkan penjelasan pihak kedutaan, magang, kerja paruh waktu, atau relawan sebaiknya tidak perlu dicantumkan (sedih sih, tapi apa boleh buat, hiks 😦 ).

Halaman ke-5 dari berkas data pribadi (source: Website Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia )

_____ Horee, sudah sampai lembar ke 5, bentar lagi selesai. Eits, hati hati karena lembar ini adalah lembar yang paling banyak isinya dan mengisinya pun benar-benar harus men-jogress-kan otak dengan hati (bahasa Digimon World 2). Gak cuma itu, kalimatnya pun harus agak “dihias” namun jangan terlalu lebay menghiasnya. Kolom pertama, “Kenapa tertarik dengan Jepang?”. Aku tahu, sebagian pemburu beasiswa MEXT (dan beasiswa asal negeri sakura lainnya) pasti ada yang wibu (ngaku gak loe! wkwk), tapi bukan berarti harus dijawab tertarik dengan Jepang karena pengen ketemu waifu nya, suka dengan game, dorama, dan anime tertentu, atau karena budayanya yang keren dan gimana-gimana. Boleh saja alasan tersebut disisipkan, tapi ingat, sewajarnya saja dan tidak mengalahkan esensi dari alasan yang lebih logis. Aku sendiri juga menyebutkan di 0.5 dari 2 paragraf yang kutulis kalau aku awalnya tertarik sejak nonton Doraemon dan kecanggihan alat-alat ajaibnya yang disiarkan tiap Minggu pagi, tapi aku lengkapi lagi bahwa itu tuh mungkin saja gambaran dasar bagaimana manusia mencipta di masa depan yang pada kenyataannya pada saat ini konsep dari sebagian atau seluruh alat ajaib Doraemon, secara sadar atau tidak, 1 per 1 mulai terwujud berkat kemajuan teknologi dan pola pikir manusia yang terus berkembang. Begitu pula dengan Nobita yang tiap hari kerjaannya nangis karena dirundung Giant dan Suneo, dapat nilai 0, bucin dengan Shizuka tapi tertikung Dekisugi, tapi pelan-pelan bisa bangkit dan meraih apa yang diimpikannya (ceileh, gitu deh pokoknya, elaborate more, dude! ). Tertarik dengan Naruto dan perninjaan? boleh aja ditulis, suka dengan One Piece dan bajak laut? sok aja masukkan ide serta nilai apa yang bisa diambil dan dipelajarinya juga.

Asal jangan sampai bikin kesan apalagi nulis pengen jadi ninja atau bajak laut beneran setelah dapat beasiswanya ya!

Aku
Gunakan gear terbaikmu buat mengisi berkas ini dan rancangan penelitiannya! (source: irasutoya)

_____ Nah, kolom ke-2 yang berisi pertanyaan “ Kenapa pilih Jepang untuk kuliah pascasarjana?” mungkin bisa dijawab dengan lebih lugas dibanding kolom pertama yang rawan tercampur dengan imajinasi. Di sini bisa disebutkan hal-hal seperti “kampus di Jepang punya teknologi X untuk meneliti Y yang menjadi point of interest saya”, “kampus di Jepang menawarkan Z yang belum bisa saya temukan di Indonesia saat ini”, atau pengalaman sendiri seperti “saya pernah berkunjung ke Jepang dalam rangka A semasa kuliah dan hal tersebut menggugah niat saya untuk belajar di Jepang setelah lulus” ataupun hal lainnya. Aku sendiri menyebutkan pengalamanku mengenyam pendidikan dan bekerja di sana selama sekian bulan. Dari sekian alasan yang akan ditulis, yang terpenting untuk disampaikan adalah bagaimana menjelaskan kenapa harus Jepang, bukan di Indonesia atau negara lainnya untuk kuliah. Jadi, pastikan poin tersebut memiliki dasar yang cukup kuat, dan akan lebih baik lagi jika didukung dengan fakta yang solid.

_____ Kolom ke-3 yang berisi pertanyaan ” Kontribusi apa yang bisa kamu berikan untuk Jepang dan negara asal?” mungkin akan sejenis jawabannya dengan pertanyaan pertama yang bisa terkesan “mengambang” dan “imajiner”. “Menjadi jembatan penghubung antara Jepang dan Indonesia”, “Menjadi penyambung silaturahmi yang lebih baik untuk kemajuan Jepang dan Indonesia” dan segudang alasan ala kampanye politik lainnya memang terkesan bagus, tapi itu adalah jawaban yang sangat “template” dan banyak orang akan memakainya. Jadi, pikirkan baik-baik apa yang sekiranya genuine dan jarang terpikir oleh orang-orang disamping jawaban klise diatas tanpa harus terlalu mengada-ada. Di sini bisa dikaitkan dengan topik yang akan dikaji dan hal yang terukur, misal “dengan meneliti B di Jepang, saya berharap bisa menemukan solusi yang tepat untuk perubahan iklim yang kian mengganas karena beberapa pendekatan yang dilakukan di Jepang sudah mampu mengurangi C persen emisi karbon dan D persen limbah”. Atau kalau yang lebih bernada IPS bisa seperti “dengan mempelajari E di Jepang, saya harap bisa merumuskan strategi yang tepat untuk pengentasan kemiskinan yang terjadi di ibukota dengan belajar dari strategi yang diterapkan di Jepang seperti F, G, H”. Intinya biar lebih meyakinkan, cobalah sedikit mengobok-obok gugel buat mencari data yang menunjang argumennya selain sekedar menulis kalimat rasa sakarin.

Halaman terakhir dari berkas data pribadi (source: Website Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia )

_____ Akhirnya, sudah halaman terakhir. Kemampuan bahasa harap diisi dengan “kiralogi”, dikira-kira aja seberapa fasih dalam bahasa yang dimaksud. Bisa diisi 0 untuk bahasa yang bener bener nol putul, 1 untuk yang yaa~h bisa laah nangkep dikit apa yang lawan bicara ucapkan, 2 untuk yang lumayan mudeng dengan bahasanya, dan 3 untuk yang ibarat merem aja masih paham apa maksudnya. Nah, untuk sertifikat Bahasa Jepang, sayangnya MEXT mensyaratkan hanya JLPT (dan level N2 pula, sebagaimana yang tertulis di website kedutaan). Jika pembaca sudah memiliki sertifikat JLPT tapi masih di bawah N2 (N3, N4, N5), tulis aja (bisa jadi nanti diminta sertifikatnya setelah lolos mendapatkan LOpA). Begitupun buat pembaca yang memiliki sertifikat Bahasa Jepang lainnya non JLPT, seperti NAT, J-Test, EJU, dll. Karena aku belum memegang JLPT (karena JLPT nggak buka selama ada pandemi dan baru bukanya Desember 2021), jadi aku kasih tanda (ー) di kolom JLPT dan menuliskan sertifikatnya di kolom sebelahnya, lengkap dengan level dan nilainya (diberi tanda kurung untuk nilainya). Hal yang sama juga diisi di kolom kemampuan Bahasa Inggris, dimana kita mengisi nilai kita untuk TOEFL IBT atau TOEFL lainnya (PBT atau CBT), IELTS, ataupun sertifikat lainnya. Berhubung aku tidak punya TOEFL atau IELTS yang masih berlaku, aku hanya mengisi kolom tersebut dengan tanda strip dan mengisi kolom sertifikat lainnya denagn TOEIC L&R (XXX) dengan XXX adalah nilai yang didapat di sertifikatnya.

_____ Kolom selanjutnya adalah daftar keluarga yang akan ikut dibawa ke Jepang, tapi perlu diingat bahwa keluarga yang diikutsertakan tidak akan menerima jatah MEXT sepeserpun. Jadi bagi yang tidak ada rencana untuk mengajak sanak famili, pacar, teman, atau mantan ke Jepang, isi saja kolom-kolom ini dengan strip. Kemudian untuk kolom kontak darurat, disarankan mengisi dengan kontak orang yang bisa dihubungi dengan Bahasa Inggris (yang masih 1 keluarga, entah kakak, adik, orang tua). Jadi, kalau amit-amit (dan jangan sampai) ada musibah, pihak MEXT, kampus, atau kedutaan dapat mudah menghubunginya. Selanjutnya, ada kolom riwayat kunjungan atau tinggal di Jepang sebelumnya. Nah yang ini mending jujur aja apakah pernah berkunjung ke Jepang untuk wisata, pertukaran pelajar, penelitian, atau sekedar mendatangi acara pernikahan anggota keluarga yang nikah dengan nihonjin juga tulis aja. Terakhir, jangan lupa tanda tangan (dengan pulpen) di dalam kotak paling bawah, beserta tanggal mengisinya.

Akhirnya berkas pendaftaran kelar (source: irasutoya)

_____ Udah mabok ngisi formulir? Nih, mari kita ganti dengan ngisi yang gak kalah bikin puyengnya wkwk. Untuk rancangan penelitian, sayangnya dibatasi hanya dengan 2 halaman (+ lampiran jika diperlukan), jadi dalam jumlah halaman yang terbatas tersebut, kita harus pinter-pinter mengolah kata-katanya agar muat dan maksudnya tersampaikan. Rancangan penelitian bisa ditulis dengan Bahasa Inggris maupun Jepang. Namun, karena ada kata-kata “if possible, please write in Japanese“, jadi aku menulisnya dalam Bahasa Jepang seluruhnya. Aku menulisnya dalam Bahasa Jepang karena sempat terpikir “siapa tau lebih menarik di mata penilai kaa~n”. Walaupun agak muter-muter buat nyari istilah ilmiahnya karena nggak bisa main sembarangan terjemahin dan cari di kamus biasa (istilah seperti sineresis, pari resisten, dan istilah yang berbau kimia lainnya kan nggak beredar luas 😦 ). Tapi bagi yang ingin menulisnya dalam Bahasa Inggris, tetep boleh banget kok, malah sepertinya lebih banyak yg menulisnya dengan Bahasa Inggris (menilai dari kesaksian teman di grup MEXT Indonesia maupun global di Discord ).

Template untuk rancangan penelitian (source: Website Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia )

_____ Oke, separuh dari halaman pertamanya adalah template bawaan yang aku tidak tahu apakah boleh dihilangkan atau tidak (aku sih dibiarin aja gitu), jadi kita hanya punya jatah 1.5 halaman tersisa. Halaman pertama pastikan sebagiannya diisi dengan riwayat pendidikan dan penelitian, seperti: “belajar apa aja selama kuliah (singkat aja)”, “pernah praktikum apa dan meneliti apa”, serta pencapaian terbaik selama kuliah (kalo bisa yang berkaitan dengan akademik). Setelahnya, kita menuliskan tema dan rencana penelitian. Untuk tema, usahakan muat di halaman pertama agar halaman ke dua bisa muat terisi dengan rencana penelitian (dan juga rencana belajar, jika masih muat) yang emang bakalan lebih panjang. Di bagian tema riset, bisa dimulai dengan pertanyaan seperti “kenapa di dunia ini makin kesini makin tinggi angka obesitasnya, bahkan untuk Jepang dan Indonesia yang tergolong rendahpun makin lama makin naik meskipun masih berada di peringkat bawah?”. Intinya, buatlah kalimat pembuka yang lebih menggugah untuk dibaca. Setelahnya, barulah jelaskan latar belakangnya, dan alasan lainnya hingga ke titik dimana bisa menulis “ini loh alasanku mengapa tema penelitianku seperti ini“. Tambahkan juga dasar literatur seputar fenomena atau hal yang ingin diteliti.

_____ Setelah itu, berlanjut ke halaman selanjutnya. Disini pastikan kalian awali dengan transisi yang lembut dari literatur ke hipotesis. Hipotesis tersebut kalau bisa melengkapi pertanyaan di awal tersebut, jadi masih berkesinambungan dan memang menjadi perhatian utama. Setelah itu barulah sebutkan metode yang akan digunakan untuk membuktikan hipotesis terebut. Sebisa mungkin, metode yang akan digunakan dalam penelitian adalah metode yang masih bisa dilakukan dalam jangka waktu sebagai research student atau hingga jenjang pendidikannya usai. Selain itu, bisa disebutkan juga alat-alat yang mungkin akan dipakai selama peneliltian berlangsung (kira-kira aja, tapi masih yang logis). Setelahnya, tuliskan luaran yang ingin dicapai, baik perkiraan hasil yang mejawab hipotesisnya, hingga tingkat kedalaman penelitiannya. Menambahkan manfaat apa yang bisa didapat dari penelitian tersebut bagi, Jepang, Indonesia, atau umat manusia tentunya akan menambah kesan “meyakinkan” dari rancangan penelitian.

Ini gw kasih duit buat belajar dan penelitian manfaatnya apa ? Kalo cuma sekedar buat hepi-hepi dan nambah koleksi foto yang instagrammable sih mending ga usah

Sebuah pertanyaan yang harus bisa dijawab oleh penulis

_____ Saigo! Tuliskan juga referensi atau daftar pustaka yang kalian kutip untuk mendukung argumen yang ditulis. Sebisa mungkin, referensinya berasal dari penelitian yang lebih kekinian, dan akan lebih baik lagi kalau memakai referensi yang berasal dari penelitian yang berhubunan dengan Jepang, baik itu penelitinya, tempat penelitiannya, atau keduanya. Kenapa??? Nanti akan ada hubungannya dengan sesi wawancara (berdasarkan pengalamanku, salah satu hal yang paling mak jleb pas wawancara sih itu). Jika kalian memiliki diagram alir penelitian kalian (dan sebaiknya punya), bisa dilampirkan sebagai halaman tambahan di belakangnya. Kenapa demikian??? Karena membaca tulisan sedemikian banyak (apalagi yang nulisnya jepang semua XD ) pastinya akan bikin jenuh pembaca, makanya kita perlu menambahkan semacam “refreshment” buat penilai berupa flowchart, rancangan alat, ilustrasi, atau 研究の流れ. Intinya, kalian berusaha agar sedikit membantu menjelaskan isi rancangan penelitian kalian kepada penilai dengan sebaik mungkin menggunakan lampiran (gak dosa ini, poin plus malah).

_____ Nah, kalau semua berkasnya sudah komplit, silakan periksa kembali baik oleh diri sendiri dan orang lain (dibaca oleh orang awam maupun akademisi) agar lebih yaqueen dan tidak ada yang salah ataupun cacat. Hari itu karena sudah hari Jumat dan sudah hari batas pengumpulan berkas, maka aku memilih untuk mengantar sendiri ke kedutaan. Aku masih ingat betapa gregetnya menunggu pak pos yang belum kunjung datang padahal sudah hampir pukul 8 malam. Kuperiksa terus aplikasi pelacaknya, dan sudah kutelpon call centernya pada sore harinya untuk minta sampai lebih cepat agar.Akhirnya pak pos pun tiba, membawakan sertifikat TOEIC ku pada pukul setengah 9 malam. Keesokan paginya, aku pergi ke tempat fotokopi untuk men-scan sertifikatnya dan mencetak hasil scan nya sebanyak 3x. Selanjutnya setelah semua berkas lengkap, satukan masing masing berkasnya secara berurutan menjadi 1 bundel (perhatikan urutannya sesuai dengan apa yang tertulis di web kedutaan). Satukan semua berkas dengan ikatan paperclip dan kertas post-it bertuliskan apa apa saja yang ada di dalamnya beserta data diri kita (nama dan nomor registrasi aja sih) agar rapi dan tidak tercecer (JANGAN DISTEPLES)!

_____ Setelah itu, tinggal masukkan deh ke amplop coklat, menempelkan tujuan pengiriman, dan kirim ke kantor Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia yang terletak di dekat Bundaran HI itu (alamat lengkap cari sendiri di gugel yah XD). Mekanismenya bisa mengirim via pos ataupun mengantar sendiri (tidak diperbolehkan untuk menggunakan layanan ojol karena berbagai pertimbangan pihak kedutaan). Sesampainya di kedutaan, aku langsung menuju meja piket yang sudah disediakan dan dijaga oleh petugas keamanan. Setelah meletakkan amplopku di meja, pak satpam memintaku untuk mengisi semacam buku tamu sebagai pendataan. Rupanya sudah banyak sekali yang meletakkan amplop coklat di atas meja, bahkan setelah aku meletakkan pun (sekitar pukul 10.30 pagi), masih ada banyak orang yang baru datang untuk mengantarkan amplop coklatnya. OK pak, sudah saya isi ya, terima kasih banyak! Semoga berkasku diterima dengan baik dan ditunggu kabar baiknya ya ~

つづく~~>

*Gambar sampul oleh 三船たかし、 Irasutoya

2 thoughts on “Kids MEXT Door 3_Kirim

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: